Panca Gagasan LP3M UNIMUDA Sorong dalam Forum Working Group Best Practices & Milestone MPM 👁️️ 321

By Operator Website Sabtu, 11 Januari 2020 | 18:52 pm Berita

Panca Gagasan LP3M UNIMUDA Sorong dalam Forum Working Group Best Practices & Milestone MPM

LP3M.UNIMUDASORONG.AC.ID. SORONG. Derap gerakan pemberdayaan masyarakat oleh Muhammadiyah tidak hanya sebatas konsolidasi, namun perlunya implementasi berupa aksi konkret melalui panca model pemberdayaan. Menyikapi hal ini, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan 1th Community Empowerment Forum Best Practices and Milestone dari tanggal 10-12 Januari 2020 bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang.

Dr. M Nurul Yamin, Ketua MPM PP Muhammadiyah menjelaskan komitmen Muhammadiyah dalam Panca Model gerakan pemberdayaan yaitu : pertama, Klaster Pertanian Terpadu, kedua, Klaster Usaha Kecil dan Mikro (UKM), ketiga, Klaster Disabilitas Berdaya, keempat, Klaster Buruh dan Nelayan, kelima, Klaster Komunitas Khusus dan Daerah 3 T (Terluar, Terdepan, Tertinggal).

Panca pilar strategis gerakan pemberdayaan tersebut di atas telah melahirkan beragam aksi pemberdayaan. Dalam konteks demikian, maka ragam aktifitas pemberdayaan yang dilakukan oleh daerah ataupun wilayah merupakan pengalaman dan pelajaran terbaik (BEST PRACTISES) dan dapat dijadikan sebagai tonggak penting (MILESTONE) dalam derap pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh MPM selanjutnya.

Salah satu pilar Working Group Best Practices & Milestone Panca Model MPM adalah klaster komunitas khusus dan kawasan 3T. Melalui forum ini mengemuka gagasan yang disampaikan perwakilan dari tanah Papua yang hadir yakni LP3M UNIMUDA Sorong. Kehadiran LP3M UNIMUDA Sorong sebagai mitra strategis MPM dalam aktivitas pemberdayaan komunitas suku Kokoda di Kampung Warmon Kokoda Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong.

Gagasan yang dikemukakan LP3M UNIMUDA Sorong adalah 1). Penguatan kapasitas MPM PWM se-Indonesia, melalui Baitul Arqam atau upgrading sehingga pengurus memiliki pemahaman gerakan yang sama, 2). Digital empowering guna menyasar kalangan milineal, 3). Masifikasi KKN 3T melalui koordinasi PTMA se-Indonesia, 4). Replikasi program pada kawasan yang lain, dan 5). Tidak adanya lagi exit program, selesai program selesai pulalah aktivitas pemberdayaan maka perlunya keberlanjutan program itu sendiri.

Atas dasar pemikiran tersebut di atas, sudah saatnya MPM bersama seluruh mitra strategis harus terus mengepakkan derap pemberdayaan masyarakat berbasis learning organization yang kokoh, pelajaran terbaik (best practices), sarana prasarana yang andal dan Information and Technology (IT based), sumber daya penggerak yang tangguh, kemitraan yang beragam ditopang spirit persyarikatan yang tak lekang oleh badai apa pun di Negeri yang terus tumbuh, Indonesia yang Beradab dan Berkemajuan.

By Operator Website Sabtu, 11 Januari 2020 | 18:52 pm